Artikel HVAC

Penggunaan Multistage Filter Pada Gas Turbine

Gas turbine adalah mesin yang kompleks dan vital dalam berbagai industri, seperti pembangkit listrik, manufaktur, dan penerbangan. Salah satu komponen penting pada gas turbine adalah intake filter. Filter ini berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke dalam turbine, sehingga terhindar dari kontaminan yang dapat merusak komponen internal dan menurunkan performanya. Penurunan performa yang terjadi bisa dikaitkan dengan fenomena Erosi, Korosi, dan Fouling. Fouling. Fouling adalah salah satu penyebab penurunan kinerja turbin gas seiring waktu. Fouling disebabkan oleh menempelnya partikel pada permukaan airfoil. Partikel penyebab fouling berukuran lebih kecil dari 2 hingga 10 μm. Asap, kabut minyak, karbon, dan garam laut adalah contoh umum. Pengotoran dapat dikendalikan dengan sistem penyaringan udara yang tepat. Erosi Erosi terjadi ketika partikel padat atau cair berukuran sekitar 10 μm dan lebih besar mengenai permukaan yang berputar atau diam dalam turbin gas. Partikel-partikel ini akan mengenai permukaan dan menghilangkan partikel-partikel logam kecil yang pada akhirnya menyebabkan perubahan pada geometri permukaan. Perubahan geometri ini menyebabkan penyimpangan dalam jalur aliran udara, Erosi adalah proses yang tidak dapat dibalik; oleh karena itu, komponen turbin gas harus diganti untuk mendapatkan kembali kondisi aslinya. Namun, partikel berukuran 10 μm dan lebih besar mudah dihilangkan oleh filter komersial. Korosi partikel-partikel yang bersifat reaktif secara kimia dapat menyebabkan korosi pada turbin gas. Korosi di bagian ruang bakar dan turbin disebut “korosi panas” atau korosi suhu tinggi. Korosi panas adalah bentuk oksidasi yang dipercepat yang dihasilkan oleh reaksi kimia antara komponen dan garam cair yang terdeposit pada permukaannya. Beberapa bentuk umum korosi panas adalah sulfida, nitrida, klorida, karbida, dan korosi panas oleh vanadium, kalium, dan timbal. Korosi panas oleh sulfida memerlukan interaksi antara permukaan logam dengan natrium sulfat atau kalium sulfat. Biasanya dibagi menjadi korosi panas Tipe I dan Tipe II, di mana korosi panas Tipe I terjadi di atas suhu leleh natrium sulfat (1623°F (884°C)), sedangkan Tipe II terjadi di bawah suhu ini. Korosi panas disebabkan oleh difusi sulfur dari natrium sulfat cair ke substrat logam yang mencegah pembentukan lapisan oksidasi pelindung dan mengakibatkan penghilangan logam permukaan secara cepat. Perlu dicatat bahwa untuk korosi panas terjadi, sulfur dan garam (misalnya, natrium klorida atau kalium klorida) harus ada dalam aliran gas yang sangat panas di dalam dan setelah ruang bakar. Sulfur dan garam bisa berasal dari udara masuk, dari bahan bakar, atau air (jika air disuntikkan). Mekanisme korosi panas oleh kalium mirip dengan sulfida tetapi lebih jarang diamati dalam turbin gas, kecuali jika bahan bakarnya mengandung jumlah kalium yang signifikan. Korosi adalah mekanisme degradasi yang tidak dapat dibalik. Oleh karena itu, komponen yang terkorosi harus diganti untuk mendapatkan kembali kinerja asli turbin gas. Korosi juga memulai atau mempercepat mekanisme kerusakan lainnya dalam turbin gas. Misalnya, korosi dapat menyusup ke dalam retakan atau cacat material lainnya dan mempercepat propagasi retakan. Tindakan yang harus dilakukan untuk mencegah Erosi, Korosi, dan Fouling. penggunaan filter pada gas turbine dapat membantu mengatasi masalah masalah yang sudah disebutkan diatas. Penggunaan filter pada gas turbine yang tepat adalah langkah kritis dalam pemeliharaan turbin gas untuk mencegah erosi, korosi, dan pengotoran. Filter yang efisien tidak hanya melindungi komponen turbin dari kerusakan tetapi juga membantu memperpanjang umur layanan, mengurangi biaya perawatan, dan meningkatkan efisiensi operasional. Oleh karena itu, investasi dalam sistem filter pada gas turbine yang berkualitas tinggi adalah keputusan yang bijaksana untuk memastikan kinerja optimal dan keberlanjutan turbin gas dalam jangka panjang. Manfaat Filter pada Gas Turbin: Berikut adalah beberapa macam filter yang digunakan untuk gas turbine: Pre-filter biasanya digunakan sebagai tahap pertama dalam sistem filtrasi. Mereka dirancang untuk menangkap partikel besar dan kasar yang masuk bersama udara, seperti debu, serbuk, dan serat. Filter HEPA sangat efisien dalam menangkap partikel mikroskopis, termasuk debu halus, serbuk sari, dan asap. Mereka digunakan dalam aplikasi di mana kebersihan udara sangat penting. Filter bag adalah filter berbentuk kantong yang digunakan untuk menangkap partikel besar dan sedang. Mereka sering digunakan dalam sistem filtrasi multi-tahap untuk memberikan perlindungan tambahan. Pemilihan jenis filter yang tepat tergantung pada kondisi operasi, jenis kontaminan yang ada, dan kebutuhan spesifik dari sistem gas turbine. Kombinasi dari beberapa jenis filter sering digunakan untuk memberikan perlindungan optimal terhadap erosi, korosi, dan fouling. Jika perusahaan anda membutuhan solusi filter paga gas turbine, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui . klik chat bubble berwarna hijau.

Penggunaan Multistage Filter Pada Gas Turbine Read More »

Manfaat Textile Duct dalam Supermarket

Di era modern ini, semakin banyak perhatian yang diberikan pada kenyamanan pengunjung serta efisiensi energi dalam lingkungan ritel seperti supermarket. Salah satu inovasi terbaru yang telah membuktikan manfaatnya adalah penggunaan Textile Duct dalam supermarket. Artikel ini akan membahas mengapa textile duct menjadi pilihan yang cerdas dalam meningkatkan kualitas udara dan efisiensi energi di supermarket. Apa itu Textile Duct? Textile duct, atau juga dikenal sebagai fabric ducting, adalah sistem ventilasi yang terbuat dari bahan tekstil khusus yang dirancang untuk mengalirkan udara dalam ruangan. Berbeda dengan saluran logam konvensional, textile duct menawarkan distribusi udara yang lebih merata dan efisien. Manfaat Textile Duct dalam Supermarket Distribusi Udara Merata: Textile duct memiliki desain yang memungkinkan udara disalurkan secara merata ke seluruh area supermarket. Hal ini menghasilkan kesejukan yang konsisten di setiap bagian, menjadikan pengalaman berbelanja lebih nyaman bagi pengunjung. Penyaringan Udara: Beberapa textile duct dilengkapi dengan teknologi penyaringan udara yang dapat menghilangkan debu, polutan, dan partikel lainnya dari udara yang beredar di dalam supermarket. Ini meningkatkan kualitas udara dalam ruangan, memberikan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi pengunjung dan karyawan. Efisiensi Energi: Dibandingkan dengan sistem ventilasi konvensional yang menggunakan saluran logam, textile duct memiliki berat yang lebih ringan dan memerlukan daya yang lebih rendah untuk mengoperasikannya. Selain itu, desainnya yang merata dalam mendistribusikan udara dapat mengurangi kerja keras dari sistem pendingin atau pemanas, menghasilkan penghematan energi yang signifikan. Fleksibilitas Desain: Textile duct hadir dalam berbagai warna, bentuk, dan ukuran yang dapat disesuaikan dengan desain interior supermarket. Ini memungkinkan para pemilik supermarket untuk mengintegrasikan sistem ventilasi dengan estetika ruang mereka tanpa mengorbankan kinerja. Dengan mengadopsi textile duct dalam sistem ventilasi mereka, pemilik supermarket dapat meningkatkan kualitas udara dalam ruangan sambil mencapai efisiensi energi yang signifikan. Ini bukan hanya investasi dalam kenyamanan pengunjung dan karyawan, tetapi juga langkah progresif dalam arah keberlanjutan lingkungan. Klik Chat Bubble untuk terhubung dengan kami!

Manfaat Textile Duct dalam Supermarket Read More »

Alasan Kenapa ducting terbuat dari bahan BJLS

Ducting yang terbuat dari bahan BJLS (Baja Lapis Seng) biasanya digunakan dalam sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) atau sistem ventilasi lainnya. Berikut adalah beberapa alasan mengapa ducting sering kali dibuat dari bahan ini secara rinci: Kekuatan dan Ketahanan: Baja Jelaga memiliki kekuatan yang baik dan tahan terhadap korosi. Ini adalah sifat yang sangat penting untuk ducting karena sering kali terpapar dengan kelembaban dan udara yang berpotensi mengandung zat-zat korosif. Kemudahan Pembentukan: Baja Jelaga relatif mudah dibentuk, sehingga memudahkan dalam proses pembuatan ducting dengan berbagai bentuk dan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan sistem. Hal ini memungkinkan untuk menciptakan ducting yang sesuai dengan konfigurasi ruangan atau bangunan dengan baik. Ketahanan Terhadap Suhu: Baja Jelaga memiliki ketahanan yang baik terhadap suhu ekstrem, baik panas maupun dingin. Ini membuatnya cocok untuk digunakan dalam berbagai aplikasi HVAC di mana ducting mungkin terpapar dengan suhu yang berubah-ubah. Biaya dan Ketersediaan: Baja Jelaga adalah bahan yang relatif terjangkau dan mudah ditemukan di pasar. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang ekonomis untuk pembuatan ducting, terutama untuk proyek-proyek yang membutuhkan jumlah ducting yang besar. Ringan: Meskipun kuat, baja jelaga memiliki bobot yang relatif ringan, sehingga memudahkan dalam proses instalasi. Ini dapat mengurangi biaya dan waktu tenaga kerja yang diperlukan untuk mengangkat dan memasang ducting. Ketahanan terhadap Kebocoran: Baja Jelaga memiliki sifat yang tahan terhadap kebocoran, yang penting untuk menjaga efisiensi sistem HVAC. Dengan meminimalkan kebocoran udara, ducting BJLS membantu menjaga tekanan udara yang sesuai dalam sistem, meningkatkan efisiensi energi, dan kenyamanan penghuni bangunan. Kemudahan Perawatan: Ducting yang terbuat dari baja jelaga relatif mudah untuk dirawat dan dipelihara. Mereka tidak memerlukan perawatan khusus dan umumnya dapat bertahan dalam kondisi yang baik selama bertahun-tahun dengan perawatan yang tepat. Dalam keseluruhan, penggunaan ducting yang terbuat dari bahan BJLS memberikan sejumlah manfaat yang meliputi kekuatan, ketahanan, kemudahan pembentukan, biaya yang terjangkau, serta kemampuan untuk mengatasi berbagai kondisi lingkungan yang mungkin terjadi dalam sistem HVAC atau sistem ventilasi lainnya.

Alasan Kenapa ducting terbuat dari bahan BJLS Read More »

Fungsi Volume Damper

Volume Damper adalah komponen penting dalam sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) yang digunakan untuk mengatur aliran udara di dalam ducting atau saluran udara. Volume damper berfungsi untuk mengontrol jumlah udara yang masuk ke ruangan atau area tertentu, sehingga memungkinkan sistem HVAC bekerja lebih efisien dan memberikan kenyamanan termal yang optimal. Volume Damper dibuat mengikuti standar ASHRAE Volume damper memungkinkan kontrol yang presisi terhadap suhu, kelembaban, dan kualitas udara di dalam ruangan. Penggunaan volume damper juga memungkinkan untuk mengoptimalkan efisiensi energi sistem HVAC dengan menyesuaikan aliran udara sesuai dengan kebutuhan aktual ruangan. Dengan kata lain, volume damper membantu menjaga kenyamanan termal dan kualitas udara di dalam bangunan sambil mengurangi konsumsi energi secara efisien. Fungsi Utama Volume Damper dalam HVAC: Jenis-Jenis Volume Damper: Material Volume Damper Volume damper terbuat dari material yang sama dengan material untuk ducting antara lain: hal ini disesuaikan dengan kebutuhan dan aplikasi di lapangan. ketika ducting dilalui material yang memerlukan kondisi khusus biasanya bahan stainless steel akan lebih dipilih. volume damper memiliki 2 bentuk umum yaitu bulat dan kotak: Perhatikan juga bahwa penggunaan volume damper dapat membantu meningkatkan kinerja sistem HVAC secara keseluruhan, mengurangi beban pada peralatan, dan memperpanjang umur pakai sistem tersebut. Dengan demikian, pemahaman yang baik tentang fungsi dan penggunaan volume damper sangat penting dalam perancangan dan pemeliharaan sistem HVAC yang efisien dan berkelanjutan.

Fungsi Volume Damper Read More »

Fungsi Ducting Exhaust

Ducting exhaust adalah sistem saluran yang mengarahkan gas buang atau udara kotor dari suatu lokasi ke luar bangunan atau area tertentu. Ducting exhaust merupakan komponen kritis dalam pengaturan ventilasi dan manajemen emisi dalam lingkungan industri. Ducting Exhaust biasanya terbuat dari bahan besi galvanis, BJLS, Alumunium, maupun Stainless Steel. Berikut adalah beberapa manfaat penting dari penggunaan ducting exhaust: Ducting Exhaust sebagai penghilangan udara kotor: Ducting exhaust membantu menghilangkan gas buang, uap, atau partikel berbahaya dari ruangan, memastikan udara dalam ruangan tetap segar dan aman untuk dihirup. Ducting Exhaust untuk Ventilasi yang Efektif: Dalam industri, dapur komersial, atau laboratorium, ducting exhaust memastikan ventilasi yang memadai untuk menghilangkan panas berlebih, uap, atau bau tidak diinginkan. Ducting Exhaust untuk mengendalikan Emisi: Dengan memanfaatkan filter dan mengarahkan gas buang ke luar bangunan, ducting exhaust membantu dalam pengendalian emisi yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan manusia yang sedang bekerja di dalam ruangan. Ducting Exhaust untuk mengingkatkan Kualitas Udara Dalam Ruangan: Penggunaan ducting exhaust meningkatkan kualitas udara dalam ruangan dengan mengurangi kontaminasi udara. Ducting Exhaust untuk mengatur Suhu: Ducting exhaust dapat membantu mengatur suhu dalam bangunan dengan menghilangkan udara panas dari ruangan. Ducting Exhaust untuk mencegah Akumulasi Gas Beracun: Di lingkungan industri, ducting exhaust diperlukan untuk mencegah akumulasi gas beracun yang dapat membahayakan kesehatan pekerja. Penggunaan ducting exhaust adalah langkah penting untuk memastikan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi penghuni bangunan atau area tersebut. Jika anda atau perusahaan anda memiliki kebutuhan instalasi ducting skala kecil maupun besar, jangan ragu untuk menghubungi kami untuk berkonsultasi. kami melayani fabrikasi serta instalasi sistem ducting secara menyeluruh.

Fungsi Ducting Exhaust Read More »

Pengertian AC VRF

Variable Refrigerant Flow atau yang lebih dikenal dengan istilah VRF adalah inovasi sistem AC yang mampu mendistribusikan refrigeran ke beberapa unit indoor dengan hanya menggunakan satu unit outdoor. hal ini memungkinkan kita untuk mengontrol temperatur di berbagai ruangan dengan lebih efektif. Sejarah VRF VRF pertama kali dipelopori oleh Daikin dengan nama Variable Refrigerant Volume (VRV) pada tahun 1982. Tujuan awal diciptakan sistem VRV ini adalah sebagai solusi yang lebih baik untuk mendinginkan dan memanaskan lingkungan produksi di dalam pabrik. Perbedaan AC Split dan VRF Berbeda dengan split AC yang sering kita jumpai di area perumahan yang setiap unit indoor dipasangkan dengan satu unit outdoor, satu unit outdoor VRF bisa dipasangkan dengan beberapa unit indoor. meskipun demikian, hal ini tidak membatasi untuk mengkonfigurasi unit VRF secara paralel untuk mendapatkan kapasitas yang lebih besar hingga 100KW!! Tipe Tipe VRF hampir semua unit VRF beroperasi dengan sistem inverter, dimana kompresor bekerja sesuai dengan load yang dibutuhkan setiap unit indoor. hal ini didukung dengan setiap unit indoor memiliki termostatnya masing-masing. sistem VRF dibagi menjadi 2 tipe: VRF Heat Recovery System VRF dengan sistem Heat Recovery memiliki kemampuan untuk mendinginkan dan memanaskan ruangan yang berbeda di waktu yang bersamaan. sistem ini menggunaan memanfaatkan sistem 3 pipa untuk berfungsi. Sistem heat recovery cocok digunakan pada bangunan yang memiliki kebutuhan suhu yang berbeda. sistem ini bekerja lebih efisien jika dibandingkan dengan sistem split karena jika beban pendinginan dan pemanasan seimbang, unit outdoor bisa standby tanpa bekerja dan pertukaran kalor bisa diatasi oleh unit outdoor saja. VRF Heat Pump Berbeda dengan sistem Heat Recovery, VRF dengan sistem Heat Pump umumnya hanya menggunakan 2 pipa refrigeran. hal ini membuat instalasi VRF Heat Pump lebih ekonomis dan memiliki potensi perawatan yang lebih mudah. VRF lebih sering ditemukan pada instalasi skala menengah maupun besar. hal ini karena kapasitas dari VRF ditujukan untuk penggunaan lebih dari satu unit indoor sehingga unit outdoor VRF bervariasi mulai dari 20KW hingga 200KW. Instalasi VRF kurang cocok untuk area perumahan skala kecil karena biaya investasi di depan yang cukup besar serta kerumitan sistem VRF membutuhkan prosedur maintenance yang lebih rumit. maka dari itu instalasi VRF lebih sering ditemui di area komersil dan industrial. karena kesuksesannya di industri, teknologi VRF menjadi semakin populer. Banyak pabrikan yang mengikuti jejak Daikin mengeluarkan produk VRF.

Pengertian AC VRF Read More »

Mengenal Macam-macam Refrigeran

R-134a adalah salah satu refrigeran yang paling sering digunakan di dunia saat ini. Apakah anda tau jika ada beberapa macam refrigerant yang sekarang masih aktif digunakan dalam industri pendinginan? Dalam industri pendinginan, refrigerant memiliki peran penting di dalam nya. sejak bergeraknya industri pendingin, penggunaan refrigerant juga mengalami beberapa inovasi sepanjang perjalanan industri pendinginan. Dalam artikel ini, kita akan membahas macam-macam refrigeran dan karakteristiknya masing masing. R134A Refrigeran R134a adalah salah satu jenis bahan pendingin yang umum digunakan dalam sistem pendingin dan AC (air conditioning). Nama kimianya adalah 1,1,1,2-tetrafluoroetana, dan ia termasuk dalam kelompok hidrofluorokarbon (HFC). R134a sering digunakan dalam sistem pendingin mobil, AC rumah tangga, dan peralatan pendingin komersial. Meskipun populer, R134a telah dianggap sebagai kontributor terhadap pemanasan global. Oleh karena itu, beberapa negara dan industri sedang berusaha untuk beralih ke refrigeran yang lebih ramah lingkungan. R32 Refrigeran R32 juga merupakan salah satu jenis bahan pendingin yang digunakan dalam sistem pendingin udara dan sistem pendingin lainnya. R32 adalah hidrofluorokarbon (HFC) yang terdiri dari dua atom karbon dan empat atom fluor. Ini membuatnya lebih sederhana secara kimia dibandingkan dengan beberapa refrigeran lain yang lebih kompleks. R32 dianggap cukup aman untuk digunakan, meskipun harus tetap mematuhi pedoman keamanan yang ditetapkan. Salah satu kekhawatiran utama adalah bahwa R32 bersifat mudah terbakar, sehingga sistem yang menggunakan refrigeran ini harus dirancang dengan memperhatikan aspek keamanan dan perlindungan dari kebakaran. R407 Terdapat beberapa varian dari refrigeran R407, dan yang paling umum adalah R407C, R407A, dan R407F. Semua ini merupakan campuran hidrofluorokarbon (HFC) yang dikembangkan untuk menggantikan refrigeran yang lebih tua yang memiliki dampak lingkungan yang merugikan, seperti CFC (klorofluorokarbon) dan HCFC (hidroklorofluorokarbon). R407C adalah varian refrigeran R407 yang paling sering dijumpai. R407C umumnya digunakan sebagai bahan pendingin dalam sistem pendingin udara dan sistem pemanas-pendingin udara. Ini sering menjadi pilihan untuk penggantian refrigeran yang lebih tua di peralatan yang telah ada. R407c sering dijumpai di area residensial dan perkantoran, pendinginan industrial, heat pump, serta aplikasi aplikasi industrial lainnya. R410 Refrigeran R410A adalah salah satu jenis bahan pendingin yang digunakan secara luas dalam sistem pendingin udara dan sistem pemanas-pendingin udara (heat pump). R410A memiliki karakteristik termal yang baik, memberikan efisiensi tinggi dalam sistem pendingin dan pemanas-pendingin udara. Ini membuatnya menjadi pilihan umum dalam aplikasi-aplikasi ini. R410A dianggap lebih aman daripada beberapa refrigeran lain yang mengandung klorin dan memiliki potensi untuk merusak lapisan ozon. Meskipun demikian, harus tetap mematuhi pedoman keamanan dan regulasi yang berlaku. Setiap produsen produk pendingin memiliki alasannya masing-masing untuk memilih tipe refrigeran yang digunakan dalam produknya. inovasi refrigeran tidak berhenti disitu. di kemudian hari akan terus bermunculan macam macam refrigeran yang baru. jika anda membutuhkan solusi pendinginan seperti cool room, cold storage, maupun kebutuhan pendinginan yang lain. segera hubungi kami dengan klik chat bubble berwarna hijau di pojok kanan bawah.

Mengenal Macam-macam Refrigeran Read More »

Jual Ducting Spiral Surabaya

PT Pratama Amerta Solusi menJual Ducting Spiral Surabaya. PT Pratama Amerta Solusi menyediakan ducting spiral dengan kualitas pabrikan. Produksi menggunakan mesin canggih sehingga menghasilkan produk yang uniform atau seragam dan terjaga kualitasnya. Ducting Spiral Surabaya Dipilih Karena memiliki kelebihan sebagai berikut: PT Pratama Amerta Solusi mampu menyediakan Ducting Spiral dengan lead time yang pendek karena Spiral Duct kami buatan lokal made in Indonesia. Berikut kelengkapan ducting spiral yang disediakan PT Pratama Amerta Solusi: Penggunaan Ducting Spiral Surabaya Ducting Spiral Sering ditemui di berbagai sektor industri. kemampuannya untuk mengalirkan udara dengan efisien membuat ducting spiral lebih dipilih daripada ducting kotak. ducting spiral dapat digunakan untuk berbagai macam aplikasi, contohnya sebagai berikut: penggunaan ducting spiral tidak terbatas pada area tersebut. semua aplikasi ducting spiral tergantuk kebutuhan di lapangan. Jika ada kebutuhan Ducting Spiral Surabaya, Hubungi lami untuk ketersedian ukuran dan harga dengan klik chat bubble berwarna hijau di pojok kanan bawah.

Jual Ducting Spiral Surabaya Read More »

Kenapa AC Dipasang di Atas?

Surabaya – Pernahkah kalian bertanya tanya kenapa AC dipasang di atas? kenapa tidak di bawah awatu diletakkan di atas meja? alasan kenapa AC di pasang di atas bukan diletakkan di lantai bukan karena menghindari kemungkinan tersandung ya. ada alasan teknis kenapa AC di di pasang di atas ruangan misal di tembok bagian atas maupun di dalam plafon. yuk kita bahas! AC yang kita ketahui berfungsi untuk mendinginkan ruangan dengan memanfaatkan phase change sehingga sisi evaporator lebih dingin dari sisi condenser. hal ini membuat udara di sekitar sirip evaporator menjadi dingin dan ditiup oleh kipas yang ada di dalam unit evaporator atau yang kita lebih kenal sebagai unit indoor AC. AC bekerja mengunakan prinsp konveksi dimana sirip evarporator yang dingin bersentuhan dengan udara yang ada di ruangan dan terjadi pertukaran kalor yang dapat kita rasakan dengan dihasilkannya udara yang dingin. udara yang didinginkan memiliki kerapatan yang lebih tinggi daripada udara yang sebelumnya berada di ruangan. tabel suhu dan kerapan udara bisa dilihat di tabel berikut: hal ini menyebabkan udara dingin akan turun dari atas menuju bawah ruangan. hal ini membuat udara yang didinginkan oleh AC dan dibantu oleh kipas dalam AC bisa tersebar dan tersirkulasi dengan merata. kita bisa menggunakan kalkulator air density dari The Engineering Toolbox  yang bisa diakses di link berikut Kalkulator Air Density Sebagai contoh udara dengan suhu 16C di tekanan 1atm memiliki density 1.22 kg/m3. Udara dengan suhu 27C di tekanan 1atm memiliki density 1.176 kg/m3 Demikian pembahasan mengenai kenapa AC dipasang di atas ruangan. Jadi jangan sampai melakukan kesalahan saat memasang AC dalam rumah maupun perkentoran.

Kenapa AC Dipasang di Atas? Read More »

Kenapa AC Tidak Dingin?

Surabaya – Iklim indonesia yang tropis menyebabkan udara di siang hari sering kali terasa panas. untuk mengatasi hal tersebut kita dapat menggunakan Air Conditioner(AC) untuk menurunkan suhu udara di dalam ruangan. meskipun begitu, kita sering bertanya tanya “kenapa AC tidak dingin” padahal sudah dinyalakan cukup lama. Di artikel ini akan kita bahas beberapa penyebab kenapa AC tidak dingin. Berikut beberapa penyebab AC tidak dingin: Merawat unit AC (Air Conditioner) secara rutin dapat membantu menjaga kinerja optimalnya dan memperpanjang umur pakainya. Berikut adalah beberapa tips untuk merawat unit AC: Dengan melakukan perawatan rutin seperti yang disebutkan di atas, Anda dapat membantu menjaga kinerja dan efisiensi unit AC Anda, serta menghindari masalah yang mungkin muncul di kemudian hari. Jika anda membutuhkan bantuan dalam instalasi maupun perawatan unit pendingin rumahan maupun industrial, jangan ragu untuk menghubungi PT Pratama amerta Solusi. partner pendingin profesional dengan servis yang prima.

Kenapa AC Tidak Dingin? Read More »